Sabtu, 09 Maret 2019

SURAT :)


Kepada :
Yth.Bapak/Ibu serta Saudara/i
Pencemooh dan Penghakim Kehidupan

Assalammualaikum wr.wb
Bapak/Ibu serta saudara/i yang terhormat , sebelumnya saya mohon maaf apabila telah lancang menulis surat ini untuk anda. Namun, saya berharap anda sekalian membaca surat kecil ini yang mungkin saja sangat tidak berfaedah bagi anda.  Surat ini saya buat tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada anda sekalian.
Tanpa saya harus memperkenalkan diri tentunya anda sekalian telah mengenal saya baik dari segi realita kehidupan maupun hanya sekedar dari omongan orang lain. Saya bocah kecil yang tidak berkemampuan, tidak bertalenta,bodoh , dan tidak rupawan ini ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada anda sekalian. Karena berkat bantuan dari anda sekalian tumbuh jiwa tegar dalam diri saya. Antusias anda sekalian dalam mengkritisi entah itu perilaku saya, kemampuan otak saya berfikir ,penampilan saya dan segala yang menyangkut dalam kehidupan saya itu memang benar-benar saya akui sangat luar biasa. Bagaimana tidak ? anda telah meluangkan waktu berharga anda untuk berpartisipasi mengomentari kehidupan saya bahkan hingga masa depan saya . Itu suatu kehormatan tersendiri bagi saya.  Berbagai opini anda sekalian yang menyakitkan itu saya tampung dengan senang hati. Hal ini karena saya menyadari bahwa saya hanyalah bocah kecil yang tidak punya kekuatan selayaknya power rangers untuk melawan, tidak punya daya seperti hulk untuk membantah dan tidak memiliki jabatan penting seperti bapak presiden untuk membuat anda takut. Namun Anda sekalian yang terhormat jangan pernah menilai salah satu hal mengenai saya . SAYA TIDAK AKAN PERNAH DIAM SAJA TANPA BERTINDAK . Bocah kecil yang dihadapan anda hanyalah seekor semut ini tidak sudi untuk diam saja saat diinjak namun tentunnya semutpun dapat berontak. Segala Penilaian anda kepada saya menjadi ambisi saya untuk lebih bangkit dan semangat agar saya dapat menunjukkan kepada anda sekalian bahwa semutpun dapat mematikan. Bentuk perlawanan saya mungkin saja perlu memakan waktu yang lama dan tentunnya kritikan andapun semakin menjadi-jadi. Namun saya tidak akan putus asa untuk membuat anda mendongak ke atas, meruntuhkan egois dan kesombongan anda serta menyehatkan hati anda sekalian.
Bapak/Ibu serta saudara/i sekalian itulah surat kecil yang saya sampaikan ,sebenarnya itu hanya mencakup sebagian kecil saja namun saya juga menyadari bahwa hanya percuma jika saya menulis beribu-ribu lembar nantinnya juga tidak akan terbaca. Saya harap setelah anda sekalian yang terhormat membaca surat ini anda sekalian segera tersadar dan mendapat hidayah dari Alloh SWT. Sekian .
Wassalammualaikum wr.wb
Dongko,12 November  2018    DEVANDA FHARELYA

Rasa Yang Ada dan Yang Pernah Ada


KISAH ANEH
Hai kamu , lelaki yang berideologi penjaga negeri
Jika saja waktu memihakku , dan ALLOH mempercepat temu
Namun lagi-lagi hari-hariku masih saja dipenuhi rindu-rindu
Yang tentunya belum jelas kapan tiba waktu itu.. hmm
Ya aku sadar aku terlalu berlebihan untuk berharap semacam itu
Jujur dalam penantian ini .. kuakui banyak godaan yang menghampiri diri ini
Tiba-tiba tanpa sadar aku bernostalgia ..
Aku ingin bercerita , namun bingung entah pada siapa
Jikalau dulu.. suatu hari di masa lalu,
 aku pernah menuliskan nama seseorang yang dulu amat ku cinta
Dalam kertas origami yang kubentuk bangau lalu kugantung samping fotoku dan dengannya dalam pigora
Orang itu cukup istimewa dulu , 
Kamu tau ? baru pertama kali itu aku mengenal sosok yang mampu membuat fikiranku terbuka
Dia membuatku bahagia meski dengan tingkah yang sederhana
Dia selalu ada ketika aku terpelosok kelubang yang gelap dan dalam
Hanya dengannya aku mau terbuka dan berbagi cerita
Namun harapan-harapan yang kusertakan namannya pada bangau itu tak bermakna apa-apa
Bahagia itu mampu tersulap menjadi kisah-kisah pilu
 Hahh tentunnya sudah tidak etis kalau aku menceritakannya sekarang
Dan… Kini aku kembali menjadi perempuan bahagia..hmm
 bahwa semenjak mengenalmu, aku suka memandangi angkasa
terlebih angkasa yang biru .. tau tidak
angkasa yang biru itu aku imajinasikan seperti lautan luas hehe mungkin terdengar lucu bagimu
iya, dan setiap kali kupandang laut angkasa itu aku tambahkan awan-awan perahu kapalmu
berharap meski kita tidak tatap muka setidaknya kita pandang angkasa yang sama
Entah kamu masa depanku ataupun bukan aku disini selalu siap menunggu kapan kamu datang

Minggu, 10 Juni 2018

Harapan Hidup Delia


#PART 1
PERKENALAN
                Hidup ini indah jika dihuni oleh orang-orang yang mau mengerti dan peduli satu sama lain. Ya, itu adalah quotes yang selalu aku katakan jika aku menerima bantuan dari orang lain disaat dalam keadaan terpuruk. Namaku Delia , Delia Isyana . Teman-temanku sering memanggilku “ican” . Aku adalah gadis tidak cantik dan juga tidak pintar yang terlahir normal dari keluarga sederhana yang cukup bahagia namun kata ibu pertumbuhanku selalu terhambat bahkan aku hampir mati. Diusia yang masih bayi aku termasuk anak yang menyusahkan . Bagaimana tidak ? orangtuaku harus bekerja banting tulang untuk mengobatkanku yang tergolong mahal yaitu Rp.800.000 setiap bulannya. Sekarang aku menjadi gadis yang hampir menginjak dewasa dengan rambut cat warna merah yang mulai pudar menjadi coklat , aku duduk di kelas XII SMA yang tak jauh dari rumahku. Di SMA lah perjalanan hidupku mulai terasa mengerikan aku mulai mengenal kata frustasi dan emosi tingkat tinggi. Perjalanan hidupku tidak aku sampaikan di part ini tapi aku akan menceritakannya di part-part selanjutnya. Aku memiliki tujuan hidup yaitu setidaknya hidupku bermanfaat untuk oranglain dan bisa membahagiakan orang-orang disekelilingku. Aku punya mimpi-mimpi yang sulit untukku gapai .Aku sangat menyukai sastra tapi sayangnya aku tidak bisa mendalami kesukaanku ini lebih jauh karena  tidak didukung oleh ibukku padahal aku menyukai sastra karena mewarisi dari ibu, mungkin terbilang cukup aneh. O.iya alasanku menuliskan diblog sebagai diary keduaku dan juga alternative cara untuk mengenang masa lampau itu karena aku terinspirasi oleh novel yang baru usai kubaca “Teenagers of journey” karya Richard ,bagi kalian yang sudah membaca pasti tau bagaimana perjuangan seorang anak untuk hidup bebas dan aman dari rasa takut akan siksaan mamanya yang alkoholik.Selain itu alasanku yang kedua adalah aku ingin mengabadikan cerita-cerita dalam hidupku secara singkat disini sebagai sepenggal kisah meskipun nanti aku lenyap dimuka bumi ini cerita ini akan tetap ada karena aku berfikir jika aku menulis dalam buku diaryku buku itu akan usang dan bisa saja hilang atau dimakan anai-anai dan jika aku menyimpannya dalam ingatan bisa saja aku lupa karena factor usia. Aku tidak bermaksud untuk menginspirasi setiap jiwa yang membaca ini karena aku tersadar untuk menyelesaikan masalah saja aku belum bisa, kadang aku turut mencampurkan  oranglain untuk menyelesaikannya tak jarang aku sebagai pengecut juga yang berlari dari masalah dan memilih untuk diam. Aku hanya ingin kalian tahu bagaimana aku dan kisah hidupku. Aku juga tak mengharapkan pujian serta sanjungan dari kalian. Jika penulisanku sulit untuk dipahami atau ada yang salah harap maklum karena aku masih belajar :).Aku hanyalah Delia yang memiliki segala kekurangan dan keterbatasan .

Selasa, 22 Mei 2018

~PUISI~


Hari ini hujan meneteskan airnya
Perlahan aku terdiam dan mulai terlena dalam lamunan
Bayangan – bayangan kejadian yg kuingini dan kutunggu-tunggu selama ini
Yaitu sebuah kejelasan
Bagaimana jelasnya alasan pergimu , adakah sosok yg hadir diantara kita dulu?
Namun kejelasan itu hingga saat ini belum terdengar di gendang telingaku
Beberapa minggu lalu seorang teman datang memberi kabar yg tak mengenakkan hati
Ucapnya rindu baru tlah kau miliki , sosok baru tlah kau temui
Segera ku usaikan rindu-rindu ini
Segera kulupakan pertanyaan-pertanyaan yang terus terlintas diotak ini
Segera kuhapuskan segala sisa rasa ini
Rasa yang pernah ada
Bukan .. Bukan pernah namun masih ada meskipun sudah tidak utuh lagi
Jika memang begitu inginmu dan takdir dari-Nya
Aku hanya bisa melantunkan doa yang terbaik untukmu tanpa kau perlu tau
Tentang masa lalu kita ..kenanglah dengan bahagia



                                                                                                                Trenggalek , 8.00 p.m
                                                                                                                                 

Sabtu, 09 Desember 2017

PUISI



T E G A
Tepat 26 januari lalu
Hari dimana kau lakukan perburuan sunrise itu
Benar,ketika acara pendakian di gunung lawu
Ingatkah sebaris pesan singkatmu sebelum bus membawamu berlalu ?
Kau menjanjikan sesuatu padaku
Entah itu apa akupun tak tahu
Yang pasti sesuatu yang membahagiakan dirimu daan diriku
                                             Tak pernahkah kau sadari ? wahai perusak hati
                                             Sesuatu yang tlah kau janji ,hingga membuatku terlalu lama menanti
                                             Hanya membuat sakit hati bahkan hampir frustasi
                                             Dalam tangisan aku meratapi kenyataan pahit yang kualami
                                             Sakit dan sesak bagai tubuh yang terlilit rantai besi
Sungguh tega kau hilangkan kepercayaan
Hilang entah siapa yang menelan
Semacam melangkah pergi tanpa seucap kalimat pamitan
Dan akhirnya setelah aku bersama seorang teman
Kau anggap ini kemunafikan ?
Dan kau katakan dulu hanya sebuah keraguan ?
Meski begitu, sekarang yang kudapat hanyalah penyesalan
Tapi ingat aku tak akan kembali dan percaya dengan dramamu yang murahan
                                                                                                                                  2017, 06.00 p.m

FIKSI DAN TIMBUNAN MIMPI Mata itu terlihat masih terbuka namun rupanya sang pemilik juga sedang menahan kantuk yang tak kunjung hilang. ...